Wisata Kota Takengon – dassammelsurium.wordpress.com

Takengon merupakan bagian dari Aceh Tengah dan termasuk satu-satunya kota di Aceh yang terletak tepat di bawah bukit. Udara di kota ini masih sangat segar dan terasa dingin di malam hari. Mayoritas penghuni kota ini adalah Suku Gayo dengan komoditas utamanya berupa kopi. Siapa yang tidak kenal dengan kopi Gayo? Aroma serta rasa kopi ini sudah tercium hingga seantero dunia. Selain sedapnya kopi Gayo, kota ini juga menawarkan banyak tempat wisata. Diantaranya adalah Danau Laut Tawar, Gua Puteri Pukes, dan Pantan Terong. Penasaran dengan keunikan yang terdapat di kota ini? Yuk, simak artikel berikut ini.

Sejarah Takengon

Kota di Aceh bagian tengah ini ternyata mempunyai sejarah cukup panjang dan tak luput dari para penjajah. Pada tahun 1904, para kolonial Hindia Belanda tiba karena tertarik dengan potensi perkebunan dari Tanah Gayo yang mudah untuk menanam budidaya kopi Arabika, damar, dan tembakau. Pada periode tersebut, Kabupaten Aceh Tengah dijadikan Onder Afdeeling Nordkus Atjeh dengan Sigli sebagai ibukotanya. Belanda sempat membangun perusahaan untuk pengolahan kopi dan damar. Sejak saat itulah kota ini berkembang menjadi pusat pemasaran hasil bumi Tanah Gayo.

Tahun 1942, masa penjajahan Belanda beralih tangan pada Jepang. Semasa pendudukan Jepang, Onder Afdeeling Nordkus Atjeh berubah menjadi Gun dengan pimpinan Gunco. Dan akhirnya, setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, sebutan tersebut digantikan menjadi wilayah yang kemudian dirubah lagi menjadi kabupaten. Secara resmi pada tanggal 14 April 1948, Aceh Tengah berdiri sebagai satuan administratif sesuai dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1948. Lalu pada tanggal 14 November 1956 kembali dikukuhkan sebagai sebuah kabupaten dan mempunyai tiga wilayah kawedanan. Wilayah tersebut adalah Kawedanan Takengon, Kawedanan Gayo Lues, dan Kawedanan Tanah Alas.

Selain dihuni oleh suku Gayo, wilayah Takengon juga dihuni suku lain seperti suku Aceh, Jawa, Minang, Batak, maupun Tionghoa. Orang Gayo terkenal dengan sifat mereka yang sangat menentang penjajahan. Masyarakat Gayo adalah penganut Islam yang sangat kuat. Mayoritas dari mereka memelihara kerbau, sehingga ada yang mengatakan jika anda melihat banyak kerbau di Aceh maka bisa dipastikan anda berada di daerah Gayo.

Pemandangan Takengon

Siapa yang pernah berkunjung ke kota dingin ini dijamin pasti ingin kembali lagi. Alam yang sejuk dan pemandangan yang menawan serta danau Laut Tawar yang tersohor memberikan keistimewaan bagi para wisatawan yang singgah. Untuk mencapai kota Takengon, anda bisa berkendara dengan jarak tempuh hingga 7 jam perjalanan dari Banda Aceh. Selain itu, anda juga bisa mencapai kota ini melalui rute Bireuen kota Medan.

Ketika anda berkunjung ke kota ini, anda wajib mengunjungi Danau Laut Tawar yang di dalamnya hidup ikan deupik. Ikan ini hanya ada di Danau Laut tawar. Keistimewaan danau ini sesuai namanya, yakni airnya tidak asin dan sangat luas menyerupai laut. Selain itu terdapat empat gua yang mengelilingi danau tersebut. Pemandangan sekitar danau sangat cantik dan asri. Anda bisa menikmati view tersebut dengan berkeliling danau menggunakan kapal motor. Danau ini mempunyai air yang sangat jernih, saking jernihnya anda bisa melihat terumbu karang dan ikan yang berenang di dalamnya.

Selain Danau Laut Tawar, kota ini juga menawarkan objek wisata yang erat dengan legenda turun temurun. Objek wisata ini bernama Batu Belah yang terletak di kampung Penaron Kecamatan Linge Takengon Aceh Tengah. Sesuai namanya, batu ini memang terbelah di bagian tengahnya. Menurut legenda, belahan tersebut dulunya mampu menelah perempuan yang secara khusus meminta ditelan pada batu itu. Selain Batu Belah, ada objek wisata Gua Puteri Pukes dengan kisah legenda Puteri Pukes. Dulunya sang puteri tinggal di gua tersebut hingga membatu. Semua terlihat nyata dengan siluet cahaya yang menerpa gua.

Bandara Rembele Takengon

Liburan ke Takengon Aceh, anda akan langsung disambut oleh penampakan bandara anyar Rambele. Bandara Rambele terletak di Gampong Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Jaraknya sekitar 193 km dari Banda Aceh. Bandara Rambele menjadi salah satu bandara yang diubah menjadi lebih mentereng oleh Kementrian Perhubungan. Bandara ini mulai dibangun sejak tahun 2014 dan rencananya akan finish di awal tahun 2016. Nantinya bandara ini akan menjadi urat nadi penghubung tanah Gayo dengan kota lain dan juga untuk meningkatkan kunjungan pariwisata. Dengan adanya bandara ini, akses wisatawan yang akan berkunjung ke Danau Laut Tawar akan lebih nyaman dan mudah.

Lintas Gayo Takengon Hari Ini

Bagi anda yang ingin berwisata ke tanah Gayo ini, tentu membutuhkan informasi terkini tentang peristiwa apa saja yang sedang terjadi. Karena kemajuan teknologi informasi, maka anda dapat dengan mudah mengakses beberapa situs online yang memang dikhususkan memuat kabar tanah Gayo. Salah satu media online dataran tinggi Gayo yang terpercaya adalah lintasgayo.com. Mulai dari berita politik, pendidikan, lalu lintas, hingga pariwisata ada disini.

Nah, demikian ulasan mengenai keindahan tersembunyi dataran tinggi Gayo. Selain objek wisata tersebut, masih ada objek lain yang bisa anda kunjungi. Beberapa kuliner khas kota ini juga sangat lezat untuk dicicipi. Jangan lupa untuk membawa baju hangat karena udara disini sangat dingin. Untuk anda yang ingin berkunjung ke Takengon, sebaiknya siapkan terlebih dahulu bekal wisata secara matang. Sehingga liburan anda dan keluarga lebih nyaman dan menyenangkan.

Description: Takengon yang merupakan salah satu kota di bagian Aceh Tengah menyimpan pesona alam yang menawan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s